TANGERANG – Gelaran Rapat efisiensi belanja Pemerintah Kabupaten Tangerang di hotel mewah bintang empat di Bandung yang menelan anggaran fantastis Rp900 juta, menuai kecaman pedas.
Mahasiswa, Alfathu Kabiru Rifa’i, bereaksi keras. Ia menilai kegiatan yang dibalut konser band Repvblik tersebut sebagai tindakan yang memalukan dan melukai hati masyarakat di tengah himpitan ekonomi yang mencekik.
Hilangnya Hati Nurani
Alfathu menyemprot sikap para pejabat Pemkab yang dinilai kehilangan kepekaan sosial (sense of crisis). Dalih “harga teman” untuk honor artis yang disampaikan Pemkab dianggapnya sebagai alasan konyol untuk menutupi pemborosan.
“Mau itu harga teman atau harga diskon, bukan itu poinnya! Pantaskah pejabat berbondong-bondong tidur di hotel mewah dan bersenang-senang, sementara di kab.Tangerang rakyat sedang menjerit susah cari kerja, jalanan rusak, dan ketimpangan kesejahteraan? Ini pesta pora di atas penderitaan rakyat!” semprot Alfathu, Minggu (14/12/2025).
Pelesiran Berkedok Dinas?
Lebih lanjut, Alfathu menyebut kegiatan ini diduga kuat hanya modus “pelesiran” yang dibungkus acara dinas. Ia mempertanyakan urgensi pelaksanaan Rakor di Bandung jika hanya untuk materi yang sebenarnya bisa dilakukan di Gedung Puspemkab Tigaraksa.
“Rp900 juta itu uang rakyat, Pajak dari keringat warga Tangerang! Jangan dipakai buat hura-hura. Kalau cuma mau rapat, kenapa harus ke Bandung? Kenapa harus undang artis? Ini preseden sangat buruk bagi kepemimpinan daerah,” tegasnya dengan nada tinggi.
Desak Audit Investigasi
Tidak hanya sekadar kritik, Alfath mendesak Inspektorat dan aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan mengaudit aliran dana tersebut.
“Minta maaf saja tidak cukup! Rakyat butuh transparansi. Buka rincian Rp900 juta itu lari ke mana saja. Jangan main-main dengan amanah rakyat,” pungkas Alfathu.
(Red)












