TANGERANG – Proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tangerang kembali menjadi buah bibir masyarakat. Kali ini, sorotan publik tertuju pada pembangunan gapura di pintu masuk Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang yang menelan anggaran cukup fantastis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan gerbang atau gapura tersebut menghabiskan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp 2,4 miliar.
Desain Minimalis Harga Fantastis
Dalam tayangan video yang beredar, gapura yang digadang-gadang sebagai ikon baru pintu masuk Puspemkab di Tigaraksa tersebut tampak memiliki desain yang modern namun cenderung minimalis.
Struktur bangunan didominasi oleh pilar-pilar yang menjulang dengan ornamen khas Tangerang. Namun, besarnya nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah memicu reaksi beragam dari warganet dan masyarakat sekitar. Banyak yang mempertanyakan korelasi antara bentuk fisik bangunan dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.
“Kalau dilihat dari bentuknya yang seperti itu, angka Rp 2,4 miliar rasanya terlalu besar. Seharusnya anggaran sebesar itu bisa dialokasikan untuk hal yang lebih mendesak seperti perbaikan jalan rusak di pelosok,” ujar salah satu warga yang melintas di kawasan tersebut.
Tanggapan Publik
Proyek ini menambah daftar panjang pembangunan infrastruktur seremonial yang kerap dikritik karena dianggap kurang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat. Publik menilai, transparansi dalam pengerjaan infrastruktur masih belum baik di wilayah kab. Tangerang
Kini gapura tersebut telah selesai dibangun. Namun, pemerintah daerah tidak peka dalam menetapkan skala prioritas pembangunan di tengah kondisi ekonomi masyarakat ditangerang.
(Red)












