TANGERANG – Menghadapi rimba beton dan kilatan lampu industri di Tangerang, mencari pekerjaan bukan sekadar soal menyebar amplop cokelat. Di tengah ketatnya persaingan antara ribuan pencari kerja, strategi yang matang dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama.
Hal ini dibuktikan oleh Rafli, seorang pemuda yang berhasil mengubah rasa cemas akan pengangguran menjadi karier impian di sebuah perusahaan teknologi kawasan BSD, Tangerang Selatan.
Peta Kesempatan di Tengah Persaingan
Perjalanan Rafli bermula dari sebuah kamar apartemen sederhana di tengah hujan gerimis Jalan Raya Serpong. Menyadari bahwa Tangerang adalah kota besar dengan persaingan logistik dan perkantoran yang “berdarah-darah”, ia memutuskan untuk tidak bergerak sembarangan.
Alih-alih melamar acak, Rafli memulainya dengan pemetaan digital. Ia memanfaatkan portal pencari kerja spesifik, Teleworks.id, untuk menyaring ratusan lowongan yang relevan di wilayah Tangerang.
“Bagi sebagian orang, daftar lowongan di Teleworks mungkin hanya deretan teks. Tapi bagi saya, itu adalah peta kesempatan. Waktu di mana saya menukar kecemasan menjadi peluang,” ujar Rafli mengenang masa-masa awalnya.
Strategi ‘Spreadsheet’ dan Personalisasi
Tidak hanya mengandalkan keberuntungan, Rafli menerapkan manajemen lamaran yang rapi. Ia membuat dokumen spreadsheet khusus berisi kolom nama perusahaan, kualifikasi, hingga status lamaran.
Menurutnya, kesalahan terbesar pelamar kerja adalah menggunakan metode “hantam rata”. Rafli memilih jalan yang lebih sulit namun efektif: menyesuaikan CV dan surat lamaran untuk setiap posisi yang berbeda.
“CV harus disesuaikan. Email lamaran harus personal, bukan hasil copy-paste. Poin-poin spesifik yang relevan dengan posisi yang dilamar itu jauh lebih dihargai oleh rekruter di Tangerang daripada CV yang sekadar panjang,” jelasnya membagikan tips.
Buah Manis Ketangguhan
Perjuangan Rafli tidak instan. Ia sempat melewati fase penolakan yang menguji mental. Namun, setiap notifikasi “ditolak” justru ia catat sebagai bahan evaluasi dalam tabel kerjanya.
Titik terang mulai muncul saat telepon dari HRD sebuah perusahaan logistik di Cikupa berdering, disusul dengan tawaran lain yang lebih menggiurkan.
Berbekal riset pasar dan persiapan wawancara yang matang—bukan hanya teknis tapi juga soft skills—Rafli akhirnya melabuhkan kariernya di sebuah perusahaan teknologi di kawasan elit BSD. Posisi tersebut sangat sesuai dengan keahlian analisis data yang selama ini ia asah.
Tips untuk Pencari Kerja Tangerang
Berdasarkan pengalamannya, Rafli membagikan beberapa wawasan (insight) penting bagi warga Tangerang yang sedang berjuang mencari kerja:
- Kecepatan Respon: Perusahaan bergerak cepat, yang terlambat mengirim lamaran seringkali tertinggal.
- Manfaatkan Portal Terpercaya: Gunakan filter lokasi yang akurat seperti loker di Tangerang untuk efisiensi waktu.
- Jejaring Lokal: Informasi dari relasi lokal sering memberikan pembaruan cepat.
- Mental Baja: Anggap penolakan sebagai data untuk memperbaiki diri, bukan akhir segalanya.
Kisah Rafli menjadi pengingat bahwa di balik gedung-gedung tinggi Tangerang yang tampak mengintimidasi, selalu ada ruang bagi mereka yang mau berusaha dengan cerdas dan terukur.
(Red)












