PTTEP Indonesia Perkuat Program CSR untuk Masyarakat dan Lingkungan

Jakarta – Program Corporate Social Responsibility atau CSR kini tidak lagi sekadar kegiatan sosial jangka pendek. CSR juga menjadi bagian penting dari upaya perusahaan dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pemangku kepentingan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi energi, PTTEP Indonesia menjalankan berbagai program CSR yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, lingkungan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat. Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

CSR Berbasis Kebutuhan

Pelaksanaan CSR yang efektif membutuhkan pemahaman terhadap permasalahan di setiap wilayah. Karena itu, program sosial tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu mendorong peningkatan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan perubahan perilaku masyarakat.

Pendekatan tersebut terlihat dalam berbagai program PTTEP Indonesia yang melibatkan pemerintah, lembaga sosial, institusi pendidikan, organisasi masyarakat, serta komunitas lokal. Kolaborasi ini membantu memastikan bahwa program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat dan dapat dilanjutkan dalam jangka panjang.

Program CSR PTTEP Indonesia secara umum mencakup empat bidang utama, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Masing-masing program dikembangkan dengan mempertimbangkan tantangan sosial dan lingkungan yang terdapat di lokasi pelaksanaannya.

Mendukung Kesehatan Masyarakat

Bidang kesehatan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan CSR PTTEP Indonesia. Pada Juli 2026, perusahaan bekerja sama dengan Dompet Dhuafa mengadakan edukasi gizi ibu hamil serta kegiatan senam kehamilan dan prenatal Pilates di Gerai Sehat Rorotan, Jakarta Utara.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari ibu hamil dan kader kesehatan Posyandu. Peserta memperoleh edukasi mengenai pemenuhan nutrisi selama kehamilan, pola makan sehat, kesehatan kehamilan, serta aktivitas fisik yang aman bagi ibu hamil. Program senam kehamilan juga dilanjutkan secara rutin dan dapat diikuti secara gratis oleh ibu hamil yang telah terdaftar sebagai anggota klinik.

Sebelumnya, PTTEP Indonesia dan Dompet Dhuafa juga mendukung program pencegahan stunting melalui pelayanan kesehatan anak. Program tersebut meliputi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, pemantauan pertumbuhan anak, sosialisasi gizi seimbang, pemberian makanan bergizi, serta pembagian perangkat pendukung kesehatan.

Sebanyak 210 anak beserta pendampingnya mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di beberapa lembaga pendidikan anak usia dini. Setelah kegiatan selesai, perkembangan anak tetap dipantau melalui layanan kesehatan yang tersedia di klinik agar risiko gangguan pertumbuhan dapat diketahui lebih awal.

Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Selain kesehatan, PTTEP Indonesia juga menjalankan program lingkungan yang mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satunya adalah Positive Bajo Program di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Pada April 2026, PTTEP Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, PT INGRAM, dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat meresmikan fasilitas pengolahan sampah organik dan pusat edukasi di Labuan Bajo. Program tersebut telah berjalan sejak 2024 sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di salah satu destinasi pariwisata prioritas Indonesia.

Fasilitas tersebut dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Lokasinya juga dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat, sekolah, pengelola sampah, dan pemangku kepentingan lokal.

Melalui pelatihan, lokakarya, dan kegiatan edukasi, masyarakat didorong untuk memilah sampah sejak dari sumbernya, memahami konsep ekonomi sirkular, serta menerapkan pengelolaan sampah pada tingkat rumah tangga dan komunitas.

Melibatkan Generasi Muda

Keterlibatan anak muda juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan program lingkungan. Pada Mei 2026, Positive Bajo Program menyelenggarakan seminar dan lokakarya bertajuk “From Waste to Action”.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, kelompok pemuda, organisasi lingkungan, relawan, dan aktivis keberlanjutan di Manggarai Barat. Peserta mengikuti diskusi, studi kasus, serta sesi design thinking untuk merancang kampanye dan solusi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan dalam komunitas mereka.

Melalui program ini, generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima edukasi, tetapi juga sebagai agen perubahan. Kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan kedekatan mereka dengan masyarakat dapat membantu memperluas budaya memilah sampah serta mengurangi penggunaan produk sekali pakai.

Memperluas Air Bersih

Ketersediaan air bersih menjadi salah satu tantangan bagi sejumlah wilayah di Indonesia. Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, PTTEP Indonesia pernah mendukung pembangunan sumur bor bagi masyarakat di Desa Bakti, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Pembangunan sumber air bersih tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan rumah tangga sekaligus kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pertanian dan peternakan. Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar fasilitas dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat setempat.

Program serupa juga dilaksanakan di Desa Ngara, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Proses pengeboran menghadapi tantangan berupa struktur tanah yang keras, tetapi tim akhirnya memperoleh sumber air pada kedalaman sekitar 82 meter dengan debit sekitar 3–4 meter kubik per jam.

Keberadaan sumur tersebut diharapkan membantu meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan, dan produktivitas masyarakat. Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs keenam mengenai air bersih dan sanitasi layak.

Mendorong Kemandirian Ekonomi

Program CSR yang berkelanjutan perlu memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang secara mandiri. Salah satu pendekatan yang pernah dilakukan PTTEP Indonesia adalah membentuk Sobis Pammase, sebuah badan usaha sosial di Sulawesi Barat.

Program tersebut dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan program pendidikan anak usia dini SIOLA. Sobis Pammase mengelola potensi komoditas lokal sekaligus membantu pemasaran hasil produksi agar dapat menghasilkan keuntungan bagi masyarakat dan mendukung program pengembangan komunitas.

Bidang usaha yang dikembangkan meliputi tambak udang vaname, peternakan ayam, peternakan bebek, dan budidaya lebah trigona. Sebagian pendapatan dari kegiatan usaha diarahkan kembali untuk mendukung program masyarakat, khususnya keberlanjutan layanan pendidikan anak usia dini.

Kolaborasi untuk Keberlanjutan

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa CSR dapat memberikan dampak lebih luas ketika dijalankan melalui kolaborasi. Perusahaan dapat menyediakan dukungan, sumber daya, dan pendampingan, sementara pemerintah, organisasi sosial, serta masyarakat berperan dalam pelaksanaan dan keberlanjutan program.

Melalui program kesehatan, pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, pendidikan, dan usaha sosial, PTTEP Indonesia berupaya menghadirkan kontribusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bahwa keberhasilan CSR tidak hanya dinilai dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari kemampuan program dalam menciptakan perubahan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial, program lingkungan, dan perkembangan terbaru perusahaan dapat ditemukan melalui situs resmi PTTEP Indonesia.

Seedbacklink