KOTA TANGERANG – Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan sekaligus pengolahan oli bekas di Jalan Kalisabi 2, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Rabu (4/11/2026) dini hari.
Kobaran api membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan. Suara ledakan yang terdengar beberapa kali sempat membuat warga di sekitar lokasi panik.
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sekitar 40 personel dan 15 unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran tersebut. Proses pemadaman berlangsung lebih dari lima jam hingga api berhasil dikendalikan.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kota Tangerang, Teguh, mengatakan laporan kejadian diterima sekitar pukul 02.00 WIB. Petugas sempat menghadapi kendala karena keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.
Setelah sumber air alternatif ditemukan, proses pemadaman dapat dilanjutkan hingga api berhasil dikendalikan.
Api Sempat Mengancam Bangunan Industri di Sekitar Lokasi
Kebakaran tersebut tidak hanya berdampak pada bangunan gudang oli. Api juga sempat merembet ke sebagian area pabrik baut yang berada di sebelah lokasi kejadian.
Petugas berupaya mengisolasi kobaran api agar tidak menjalar ke bangunan industri lainnya, termasuk area pabrik kimia yang berada tidak jauh dari lokasi.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di kawasan industri, mengingat keberadaan material mudah terbakar dapat mempercepat penyebaran api.
Berdasarkan informasi sementara, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, luas kerusakan dan total kerugian material masih dalam proses pendataan.
Penyebab Kebakaran Gudang Oli Masih Diselidiki
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api dan rangkaian kejadian yang menyebabkan gudang tersebut terbakar.
Informasi mengenai dugaan status operasional gudang juga perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak berwenang. Karena itu, belum dapat disimpulkan bahwa kebakaran terjadi akibat aktivitas pengolahan oli yang tidak memiliki izin.
Pengolahan Oli Bekas Membutuhkan Pengelolaan Limbah yang Tepat
Peristiwa kebakaran di Cibodas kembali menyoroti pentingnya keselamatan dalam kegiatan penyimpanan dan pengolahan oli bekas.
Oli bekas dari kendaraan maupun aktivitas industri tidak boleh diperlakukan seperti limbah rumah tangga biasa. Pengelolaannya harus memperhatikan karakteristik limbah, penyimpanan, pengangkutan, serta ketentuan lingkungan yang berlaku.
Dalam kegiatan industri, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) juga berkaitan dengan kepatuhan terhadap persyaratan lingkungan dan keselamatan kerja.
Selain itu, tempat penyimpanan material yang mudah terbakar membutuhkan sistem proteksi kebakaran, prosedur tanggap darurat, serta fasilitas pemadam yang sesuai dengan risiko kegiatan.
Kejadian di Cibodas menjadi pengingat bahwa keselamatan bangunan industri tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan alat pemadam. Pengawasan operasional, pemeriksaan instalasi, pengelolaan bahan, dan kesiapan menghadapi keadaan darurat juga perlu diperhatikan.
Keselamatan Kawasan Industri Perlu Menjadi Perhatian
Kebakaran di gudang oli bekas tersebut menunjukkan bahwa insiden pada satu bangunan dapat menimbulkan risiko bagi lingkungan industri di sekitarnya.
Karena itu, evaluasi terhadap sistem keselamatan kebakaran, pengelolaan material mudah terbakar, serta kepatuhan lingkungan menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa.
Masyarakat berharap penyebab kebakaran dapat segera diungkap dan hasil penyelidikan disampaikan secara transparan.
TangerangNews.id akan terus memantau perkembangan penyelidikan kebakaran gudang pengolahan oli bekas di Cibodas, Kota Tangerang.












